5 Proyek Open Source Yang Menggunakan Laravel

Laravel merupakan framework PHP opensource, yang dibuat oleh Taylor Otwell dan memiliki tujuan agar pengembangan website aplikasi mengikuti pola arsitektur dari model-view-controller (MVC). Laravel menjadi salah satu framework PHP yang menjadi pilihan developer untuk membangun aplikasi web.

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai 5 proyek open source terbaik yang dibangun dengan menggunakan Laravel.

1. Flarum

5 Proyek Open Source Yang Menggunakan Laravel

Flarum merupakan software forum generasi terbaru yang dapat membuat diskusi online lebih menyenangkan. Software ini memiliki tampilan yang simpel, kinerja yang cepat, dan kita dapat menggunakan gratis.

Fitur-fitur yang ditawarkan Flarum:

– Cepat dan simpel. Tidak ada kekacauan, tidak ada bloat, tidak ada dependensi yang kompleks. Flarum dibangun dengan PHP sehingga cepat dan mudah digunakan. Antarmukanya didukung oleh Mithril, framework JavaScript dengan kinerja yang cepat.

– Cantik dan resfonsif. Flarum didesain secara konsisten dan intuitif di seluruh platform.

– Powerfull dan dapat disesuikan. Flarum dapat diperluas, disesuaikan dan diintegrasikan agar sesuai dengan komunitas penggunanya. Arsitektur Flarum sangat fleksibel, memprioritaskan API komprehensif dan dokumentasi yang bagus.

– Bebas dan terbuka. Flarum dirilis dibawah lisensi MIT.

2. Vuedo

5 Proyek Open Source Yang Menggunakan Laravel

Vuedo merupakan proyek CMS open source baru yang dibangun dengan Laravel dan Vue.js. Vuedo dirilis dengan lisensi dibawah MIT.

Fitur-fitur yang ditawarkan Vuedo:

– Mengelola post dan media.
– Mengkategorikan post.
– User roles.
– Moderasi konten.
– Markdown editor.
– Integrasi Amazon S3.
– Dan masih banyak lagi.

3. Lavalite

5 Proyek Open Source Yang Menggunakan Laravel

Lavalite merupakan implementasi sistem berbasis Laravel 5.2 dan Twitter Bootstrap 3. Lavalite adalah aplication and content management system.

Lavalite dibangun dengan menggunakan framework yang paling popular yakni Bootstrap, pengguna juga dapat menggunakan framework front-end lainnya yang tersedia. Software ini sangat mudah untuk dikustomasi, pengguna dapat meng-install dan menggunakan paket Laravel atau Lavalite yang tersedia online. Karena dibuat dengan framework yang paling popular, pengguna dapat juga menggunakan semua fitur dari framework.

4. Faveo

5 Proyek Open Source Yang Menggunakan Laravel

Faveo merupakan sistem support ticket berbasis web, yang mudah untuk di-install, mudah digunakan, dan dapat menjadi solusi untuk menajemen ticket yang hemat biaya untuk startup dan perusahaan kecil menengah. Faveo juga dapat dikustomasi untuk menjadi lebih berbesar tergantung dari kebutuhan klien dan proyeknya.

Faveo 100% open source dapat digunakan oleh siapa saja, dan menariknya Faveo adalah white label dan memungkinkan bisnis menggunakannya dengan branding-nya sendiri. Faveo mengintegrasikan alamat email dengan sistem ticket.

5. October Cms

5 Proyek Open Source Yang Menggunakan Laravel

October Cms bisa ditebak dari namanya, teknologi ini merupakan content management system. October merupakan CMS open source yang dikembangkan dengan framework PHP Laravel.

Dengan October pengguna mendapatkan kontrol penuh dari HTML, CSS dan JavaScript, dan Octobec tidak akan menghalangi kreativitas penggunanya.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Web Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...