Tutorial OOP: Mengenal Constructor dan Destructor

Tutorial OOP: Mengenal Constructor dan Destructor

Tutorial OOP: Mengenal Constructor dan Destructor

Tutorial OOP: Mengenal Constructor dan Destructor

Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai constructor dan destructor dalam PHP berbasis objek (object oriented programming). Pertama-tama, kami akan membahas tentang pengertian contructor.

Pengertian Constructor dalam OOP

Constructor atau konstruktor adalah metode khusus yang akan dijalankan secara otomatis pada saat sebuah objek dibuat (instansiasi), yakni ketika perintah new dijalankan. Constructor biasa digunakan untuk membuat proses awal dalam mempersiapkan objek, seperti memberi nilai awal kepada property, memanggil metode internal, dan beberapa proses lain yang digunakan untuk mempersiapkan objek.

Dalam PHP, constructor dibuat menggunakan method : __construct(). Selanjutnya, kita bahas tentang pengertian destructor.

Pengertian Destructor dalam OOP

Destructor atau destruktor adalah metode khusus yang dijalankan secara otomatis pada saat sebuah objek dihapus. Di dalam PHP, seluruh objek secara otomatis dihapus saat objek tersebut selesai diproses. Selain itu, kita juga dapat menghapusnya secara manual. Destructor biasa digunakan untuk membersihkan beberapa variabel, atau menjalankan proses tertentu sebelum objek dihapus.

Dalam PHP, destructor dibuat menggunakan method : __destruct().

Constructor dan destructor harus memiliki hak akses publik. Jika Anda mengubah hak akses constructor atau destructor menjadi protected atau private, PHP akan mengeluarkan error.

Konsep inhertitance atau pewarisan class memiliki efek khusus dalam construktor dan destructor. Terutama construktor dan destructor dari parent class. Di dalam PHP, ketika child class memiliki constructor dan destructor sendiri, maka PHP akan melewatkan constructor dan destructor parent class, kasus ini disebut dengan Overridden Constructor dan Overridden Destructor.

Berikut adalah contoh penggunaan constructor dan destructor dalam PHP:

<?php
// buat class laptop
class laptop {
 
   private $pemilik = "Andi";
   private $merk = "Lenovo";
  
   public function __construct(){
     echo "Ini berasal dari Constructor Laptop";
   }
 
   public function hidupkan_laptop(){
     return "Hidupkan Laptop $this->merk punya $this->pemilik";
 
   }
   public function __destruct(){
     echo "Ini berasal dari Destructor Laptop";
   }
}
 
// buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_andi= new laptop();
 
echo "<br />";
echo $laptop_andi->hidupkan_laptop();
echo "<br />";
?>

Dalam contoh di atas, kami membuat class laptop dengan tiga method:

  • Method __construct() merupakan constructor dari class laptop. Method ini akan dipanggil secara otomatis ketika class laptop diinstansiasi.
  • Method hidupkan_laptop() merupakan method ‘biasa’ yang akan menampilkan hasil string. Untuk menggunakan method ini, kita memanggilnya dari objek.
  • Method ketiga adalah __destruct() yang merupakan destructor dari class laptop. Method ini akan dipanggil saat objek dihapus.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai constuctor dan destructor dalam PHP. Semoga bermanfaat.

You may also like...