Mengenal Global Variabel dan Static Variabel

Mengenal Global Variabel dan Static Variabel

Mengenal Global Variabel dan Static Variabel

Mengenal Global Variabel dan Static Variabel

Jika pada artikel sebelumnya kami pernah membahas tentang variabel scope, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai global variabel dan static variabel. Pertama-tama, pahami dulu apa itu global variabel.

Global Variabel

Apabila Anda ingin menggunakan variabel yang didefenisikan di luar fungsi, PHP memperbolehkan hal tersebut dengan menambahkan sebuah kata kunci global sebelum pendefenisian nama variabel.

Berikut adalah contoh penggunaan keyword global:

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

<?php

$a = 7;

 

function coba()

{

global $a;

global $b;

$b=15;

echo $a;  //7

echo $b;  //15

}

 

coba();

echo $a; //7

echo $b; //15

?>

Program di atas tidak akan menghasilkan error, dan kita bisa mengakses nilai variabel $a dari dalam fungsi coba(), dan nilai variabel $b di luar fungsi. Kata kunci global membuat fungsi dapat mengakses variabel yang didefenisikan di luar fungsi.

Static Variabel

Static variabel atau variabel statis adalah jenis variabel yang mempertahankan nilainya pada setiap pemanggilan fungsi. Untuk variabel normal, nilai dari variabel tersebut akan secara otomatis dihapus pada saat fungsi selesai dijalankan, dan akan dibuat ulang pada saat fungsi dipanggil.

Namun jika sebuah variabel dinyatakan sebagai variabel statis, maka nilai variabel tersebut akan tetap dipertahankan walaupun fungsi telah selesai dijalankan. Biasanya, fungsi ini dimanfaatkan jika kita ingin menghitung berapa kali sebuah fungsi dipanggil.

Berikut adalah contoh program penggunaan  variabel statis dalam PHP:

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

<?php

function coba()

{

static $a=0;

$a=$a+1;

return “Ini adalah pemanggilan ke-$a fungsi coba() <br />”;

}

 

echo coba();

echo coba();

echo coba();

echo coba();

?>

Jika Anda menghapus keyword static pada baris ke-4, maka variabel $a akan selalu bernilai 0, karena nilainya akan dihapus pada setiap kali pemanggilan fungsi coba(). Namun dengan membuat $a sebagai static variabel, maka nilai dari $a akan terus dipertahankan sepanjang pemrosesan halaman oleh PHP.

Konsep tentang global variabel dan static variabel ini akan membantu kita dalam memahami cara kerja fungsi PHP. Demikianlah pembahasan singkat mengenai global variabel dan static variabel. Semoga bermanfaat.

You may also like...