Keunggulan Nginx Dibanding Apache

Keunggulan Nginx Dibanding Apache

Keunggulan Nginx Dibanding Apache

Keunggulan Nginx Dibanding Apache

Nginx (dibaca engine x bukan enging), merupakan sebuah web server yang bersifat open source seperti apache. Memang pada faktanya, Apache masih banyak digunakan oleh hampir semua layanan hosting yang ada didunia. Namun tetap saja kinerja apache masih belum berimbang dengan kepopuleran namanya.

Apache masih dirasa belum mampu menangani kebutuhan web server yang memiliki high trafic, sehingga memaksa beberapa orang dalam sebuah komunitas berusaha mencari dan membuat solusi untuk hal ini. Keunggulan Nginx dibanding apache sangat banyak. Di Indonesia, Nginx banyak digunakan oleh website-website besar seperti Kaskus, Kompas, Indowebster, dan website besar lainnya. Jadi apabila kalian memiliki website dengan trafik besar, sekarang waktunya kalian beralih dari Apache ke Nginx. Pada artikel kali ini, kami akan memberikan penjelasan mengenai keunggulan Nginx dibanding Apache.

Arsitektur Nginx

Salah satu alasan yang membuat Nginx menjadi sangat cepat adalah jenis arsitektur Nginx itu sendiri. Jika kita bandingkan dengan Apache, salah satu keunggulan Nginx yaitu memiliki system arsitektur event based. Keunggukan ini membuat Nginx mampu memanfaatkan seminimal mungkin thread untuk memproses request dari user, sehingga akhirnya memori yang terpakai oleh Nginx menjadi minimal. Karena memori yang dipakai sangat kecil, membuat server menjadi ringan dan jauh lebih responsif.

Performa yang Mantap

Seperti yang kita tahu, thread biasanya menghabiskan memori. Jadi semakin banyak thread yang terpakai, semakin banyak pula memori yang terkuras. Maka dari itu Apache akan mengalami kendala apabila banyak memori yang terkuras oleh thread. Kinerja Apache akan terasa berat dan lambat.

Keunggulan Nginx lainnya adalah performa. Ini telah dibuktikan oleh seorang software developer bernama Bob Ippolito. Ia melakukan percobaan terhadap server Apache dan Nginx dengan cara seperti berikut:

Ia memiliki sebuah server yang dipersiapkan untuk menangani sepuluh juta request setiap harinya, ini berarti server tersebut diharuskan menangani beberapa ratus request per detiknya. Ketika Bob mengujinya dengan menggunakan Nginx (setelah berbagai konfigurasi dan tweak), puncak tertinggi penggunaan memori hanyalah 15MB saja dan hanya memanfaatkan 10% resource CPU.

Dengan beban yang sama, ia mengujinya kepada Apache. Ternyata Apache gagal akibat menjalankan terlalu banyak thread. Jumlah memori yang terpakai adalah 400MB untuk semua stack thread. Bahkan, terjadi memory leak sekitar 20MB setiap jamnya.

Dari penelitian tersebut lah kita dapat menyimpulkan bahwa keunggulan Nginx yang lain adalah memiliki performa bagus yang sangat jauh ketimbang Apache. Selain performa, keunggulan Nginx lainnya yaitu didukung oleh fitur yang mudah. Dengan penjelasan di atas, kalian sudah bisa mengerti mengapa Nginx bisa lebih unggul dari Apache.

Presented By Jakartawebhosting.com

Web Hosting Indonesia

Web Hosting Indonesia

You may also like...