Cara Debugging WordPress dan PHP Error

Cara Debugging WordPress dan PHP Error

Debugging merupakan skill dasar yang harus dimiliki oleh para pengembang aplikasi. Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai cara untuk debugging WordPress dan PHP Error.

1. WP_DEBUG

WordPress memiliki konstanta global untuk debugging: WP_DEBUG. Selain itu ada dua konstanta penti lainnya yakni: WP_DEBUG_DISPLAY dan WP_DEBUG_LOG.

WP_DEBUG digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan mode debugging. WP_DEBUG_DISPLAY digunakan untuk menampilkan pesan error atau menyembunyikannya. Dan WP_DEBUG_LOG digunakan untuk menyimpan pesan error pada wp-content/debug.log.

Ketiganya dapat digunakan seperti berikut ini:

define("WP_DEBUG", true);

define("WP_DEBUG_DISPLAY", true);

define("WP_DEBUG_LOG", true);

2. is_wp_error()

Satu lagi tool untuk debugging yang telah tertanam pada WordPress adalah is_wp_error(). Merupakan metode untuk mengecek hasil dari WP_Error. WP_Error sebenarnya akan mengembalikan objek yang harus diterima jika metode WordPress gagal.

Sebagai contoh:

$post = array(
    'post_title'    => 'Test post',
    'post_content'  => 'This is my post.',
    'post_status'   => 'publish',
    'post_author'   => 1
);
$result = wp_insert_post( $my_post );

if(is_wp_error($result)){
    echo $return->get_error_message();
}

Kode di atas akan menambahkan post baru menggunakan wp_insert_post(). Jika metode ini gagal, akan kembali WP_Error object. Dan kamu akan mendapatkan pesan error.

3. Debug Bar

Debug Bar merupakan tool yang sangat berguna untuk debugging WordPress error, tool ini dapat menampilkan informasi yang berguna mengenai semua halaman yang ada pada website kamu.

Setelah memasangnya, kamu akan menenmukan tombol Debug. Ketika kamu mengkliknya, tool ini akan menganalisa query, template, instalasi PHP dan informasi lainnya.

4. WPDB Error Reporting

Jika kamu menggunakan class wpdb untuk database website kamu, maka kamu akan selalui membutuhkan laporan error yang terjadi. Entah untuk memastikan bahwa semua query berjalan dengan baik, atau untuk menampilkan pesan error.

Contohnya:

global $wpdb;
// Before running your query:
$wpdb->show_errors = TRUE;
$result = $wpdb->get_results("SELECT field_value FROM table_name");
if(! $result){
    $wpdb->print_error();
    // Or you can choose to show the last tried query.
    echo $wpdb->last_query;
}

5. Server Error Logs

Di beberapa titip WordPress atau PHP mampu untuk menangkap beberapa error koding. Sebagai contoh, jika script kamu melebihi beban maksimum yang diperbolehkan pada saat run time, kamu tidak akan mendapatkan PHP error. Namun, Apache atau server yang kamu intall file sistem akan menampilkan pesan Internet Sever Error.”

6. PHP Error Logging

PHP memiliki pelaporan errornya tersendiri untuk menyimpan daftar error dan memperbaiki masalah diluar WordPress. Hal ini sangat berguna, terutama jika sesuatu diluar WordPress tidak merusak dan menyebabkan gangguan tertentj.

Kamu dapat memulainya dengan menkonfigurasi file php.ini untuk menyalakan pelaporan error, dan kemudian memilih tempat penyimpanan yang terbaik.

7. PHP Code Checker

Jika penyedia hosting yang kamu gunakan membatasi akses ke file php.ini, atau kamu tidak dapat mengakses error logs. Ada banyak tool untuk menangani situasi seperti ini, salah satunya adalah PHP Code Checker.

PHP Code Checker merupakan tool untuk mengecek syntax error. Tool ini sangat berguna jika kamu melupakan tanda semi-colon atau curly brace, tetapi tidak dapat menemukan dimana kamu melupakannya.

8. PHP IDE

Jika PHP Code Checker tidak dapat menemukan syntax error, maka kamu membutuhkan tool yang lebih powerful. Kamu bisa menggunakan tool IDE yang power ful seperti PhpStorm, Eclipse atau tool powerful lainnya.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan PHP Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...