Cara Menampilkan Error di PHP

Cara Menampilkan Error di PHP

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman web yang paling banyak digunakan. Jika kamu menggunakannya, maka kamu harus tahu bagaimana untuk menangani error yang terjadi ketika kamu menjalankan kode PHP.

Pada artikel kali, kami akan membahas mengenai cara menampilkan error di PHP.

Tipe Error di PHP

Ada dua tipe error dasar pada software:

  1. Error internal: Error yang disebabkan oleh kesalahan logika atau kesalahan tulis pada kode yang kamu buat. Error ini dapat dicegah dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
  2. Error eksternal: Error yang berkaitan dengan interaksi dengan dunia luar dari kode kamu. Misalnya saja, gagal untuk membuka file atau database, atau koneksi jaringan yang tiba-tiba mati, atau tidak dapat membuka module PHP tertentu, dan lain sebagainya.

Cara Menangani Error PHP

Ketika error terjadi dan kita mendeteksinya, ada empat cara dasar untuk menangani error tersebut:

  • Menampilkan error: Cara ini memungkinkan error untuk ditampilkan kepada programer atau pengguna akhir ketika program dijalankan.
  • Error log: Cara ini untuk menyimpan laporan error dalam satu file teks, dan programer bisa mereviewnya kemudian.
  • Perbaiki error: Memperbaiki error akan berbeda-beda untuk setiap situasinya.
  • Mengabaikan error: Hal ini harus selalu dihindari.

Pada artikel kali ini, kami akan fokus pada cara menampilkan error di PHP.

Cara menampilkan error di PHP

Tergantung bagaimana kode dijalankan pada production atau pada development, kita mungkin ingin mengaktifkan atau mematikan laporan berdasarkan jenis error.

Ada beberapa lokasi berbeda dimana kita dapat mengontrol error apa saja yang ingin dilaporkan:

  • File php.ini
  • File .htaccess pada web server
  • Dari kode PHP kamu sendiri.

Pilihan Untuk Menampilkan Error di PHP

Ada empat cara untuk menampilkan error di PHP:

  1. error_reporting: Menentukan level dari laporan error. Nilai defaultnya adalah: “E_ALL & ~E_NOTICE & ~E_STRICT & ~E_DEPRECATED,” yang berarti setting ini tidak menampilkan level error E_NOTICE, E_STRICT and E_DEPRECATED.
  2. display_errors: Set ke “ON” (defaultnya adalah “OFF”), jika ingin error di print ke layar.
  3. log_errors: Untuk mengaktfikan error log.
  4. error_log string: Mengatur nama file dimana error log akan disimpan.

Mari kita lihat bagaimana kita dapat mengkonfigurasi pilihan diatas.

Pada saat pengembangan, kita ingin mengaktifkan semua laporan error dari php.ini:

display_errors = on
error_reporting = E_ALL

Kita juga dapat melakukan hal yang sama pada saat runtime kode PHP dengan memanggil fungsi error_reporting():

error_reporting(E_ALL);

Untuk mengaktifkan error logging dan log pada file yang yang spesifik (daripada menggunakan file log, yang biasanya file error log atau syslog pada web server), kita juga bisa mengkonfigurasinya dengan:

log_errors = on
error_log = "/tmp/php-error.log"

Dan sekarang kamu dapat melihat error log melalui kode PHP:

error_log( "This code has errors!" );

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan PHP Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...