Framework PHP Terbaik Symfony vs Laravel

Framework PHP Terbaik Symfony vs Laravel

Jika kamu sedang mengerjakan proyek kecil dengan logika sederhana, kamu akan menemukan Laravel lebih sesuai. Sedangkan jika kamu sedang mengerjakan proyek yang lebih kompleks, Symfony paling sesuai dengan kebutuhan kamu. Juga jika kamu seorang pemula, Laravel lebih sederhana dan mudah dipelajari, sementara Symfony sebaliknya.

Kedua framework PHP tersebut menawarkan kemampuan yang sangat baik dan banyak digunakan oleh para developer. Laravel semakin berkembang, dan Symfony masih tetap stabil sebagai yang terbaik untuk industri bisnis. Kebanyakan perusahaan besar mencari pengembang dengan kemampuan Symfony. Pada post kali ini saya akan membahas mana framework PHP terbaik Symfony vs Laravel:

  • Perbedaan yang paling utama antara Symfony dan Larave adalah proses belajarnya. Laravel mengisolasi hal-hal yang paling umum yang dibutuhkan dalam framework dan menyingkirkan segala sesuatu yang tidak perlu yang dapat mengurangi waktu pengembangan dan juga waktu untuk belajarnya.
  • Symfony lebih mengarah pada pengguna di industri bisnis dan membutuhkan pemahaman yang lebih baik mengenai framework itu sendiri dan komponennya.
  • Karena kesederhanaan Laravel, waktu penulisan kode lebih cepat menggunakan framework ini.

Routing

Di dalam Symfony ada 4 cara untuk mendefinisikan rute

  • dengan YAML
  • dengan PHP
  • dengan XML
  • dengan Anotasi di dalam controller.

Sementara di Laravel, hanya ada satu cara mendefinisikan rute:

  • dengan routes.php

Dokumentation

Laravel masih memiliki dokumentasi yang sedikit karena memang masih baru, sedangkan dokumentasi untuk Symfony sangat kaya. Kamu dapat dengan mudah mencari segalanya tentang Symfony dan juga framework ini memiliki komunitas yang besar.

Templating Engine

Laravel menyediakan lebih banyak templating engine, keduanya Laravel dan Symfony bisa menggunakan Twig.

  • Laraval mendukung templating engine: Blade, PHP, Smarty, dan Twig.
  • Symfony hanya mendukung templating engine: Twig dan PHP.

Database

Symfony hampir mendukung semua database yang popular, sedang Laravel hanya mendukung beberapanya saja.

  • Laravel mendukung databases:SQLite, MySQL, PostgreSQL, Redis, Microsoft BI, MongoDB.
  • Symfony mendukung databases:-Microsoft BI, MongoDB, MySQL, NoSQL, PostgreSQL, CouchDB, DynamoDB, GemFire, GraphDB Membase, MemcacheDB, Oracle, Apache Jackrabbit.

Symfony sangat modular

Semua yang ada di Symfony adalah bundel dari MVC, yang dapat membuat arsitektur platform dapat diperluas dan fleksibel sesuai desain. Tool ini juga dapat bekerja sangat baik dengan composer, namespace dan autoloader, dan semua aspek penting dari aplikasi. Hal ini tidak ada di Laravel.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Web Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...