Google Rilis Android Studio 3.0

Google tidak hanya memanjakan pengguna Android saja melalui Play Store yang menyediakan ribuan aplikasi dan game. Google juga memanjakan developer untuk menyiapkan aplikasi yang akan dirilis di Play Store. Salah satu bentuknya adalah dengan merilis tool yang bernama Android Studio, yang memudahkan developer untuk mengembangkan aplikasi Android. Dan sekarang Google merilis versi terbarunya yang bernama Android Studio 3.0.

Pertama kali diperkenalkan pada acara Google I/O 2017, Android Studio 3.0 menawarkan beragam fitur terbaru termasuk dukungan untuk bahasa pemrograman Kotlin, dukungan Android Oreo, dan beberapa fitur baru lainnya.

Berikut ini adalah beberapa fitur baru yang dibawa oleh Android Studio 3.0.

1. Dukungan Android Oreo

Android Studio 3.0 menambahkan dukungan untuk membuat aplikasi bagi Android 8.0 Oreo, termasuk fitur-fitur yang didukung oleh Oreo. Seperti misalnya membuat launcher dengan adaptive icon, atau menggunakan tipe font baru di aplikasi.

2. Dukungan Bahasa Kotlin

Kotlin merupakan bahasa pemrograman baru untuk mengembangkan aplikasi Android. Dengan Android Studio 3.0 kini developer dapat mengkonversi file Java menjadi Kotlin atau langsung menulis kode dalam Kotlin.

3. Dukungan Java 8

Developer kini kamu sudah bisa menggunakan fitur Java 8, dimana Google meningkatkan dukungan untuk bahasa pemrograman ini di Android Studio. Ini berarti kamu bisa menggunakan OpenJDK API seperti java.time, java.nio.file dan java.lang.invoke, dan kamu juga dapat menggunakan library yang dibangun menggunakan API ini untuk aplikasi kamu.

4. Dukungan Instant Apps

Instant Apps memungkinkan pengguna Android menjalankan aplikasi seketika, tanpa perlu menginstal terlebih dahulu aplikasi tersebut. Pengguna Android akan merasakan aplikasi dengan tampilan antarmuka yang cantik, kinerja yang tinggi dan kemampuan yang hebat, hanya dengan sekali ketukan.

Dan kini developer dapat dengan mudah membuat Android Instant Apps dengan Android Studio 3.0.

5. Android Profiler

Android Profiler merupakan tool monitoring baru untuk menggantikan tool Android Tool sebelumnya. Tool ini memiliki fitur yang lebih baik dan menyediakan view dari aplikasi secara real time.

6. APK Debugger

APK Debugger yang baru membawa peningkatan kemampuan debugging. Google mengatakan bahwa tool ini mampu untuk melakukan debugging file APK meski file tersebut tidak dibangun melalui Android Studio.

7. Device File Explorer

Device File Explorer merupakan tool untuk mengakses file sistem perangkat yang terhubung. Memungkinkan untuk melihat, menyalin dan menghapus file yang ada pada perangkat, dan kamu juga bisa membuka file ini langsung dari Android Studio.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Web Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...