Perbedaan Java dan JavaScript

Perbedaan Java dan JavaScript

Mungkin banyak yang mengira bahwa JavaScript merupakan bagian dari Java termasuk saya sendiri, namun ternyata itu salah. Memang keduanya sama-sama menggunakan kata Java, tetapi kedua produk ini benar-benar berbeda. Pada post kali ini saya akan membahas perbedaan Java dan JavaScript yang paling mendasar.

Ini dia daftar perbedaan Java dan JavaScript:

1. Dikembangkan Oleh

Java dikembangkan oleh James Gosling di Sun Microsystem. Sedangkan JavaScript dikembangkan oleh Brendan Eich di Netscape Communications Corporation.

2. Bahasa Object Oriented

Java merupakan bahasa pemrograman Object Oriented. Sedangkat JavaScript merupakan bahasa scripting Object Oriendted yang membuatnya berbeda dari Java.

3. Pengembangan

Perbedaan Java dan JavaScript. Java biasanya digunakan untuk membuat aplikasi yang berdiri sendiri dan juga Web Applet. Sedangkan JavaScript secara normalnya di embed ke dalam kode HTML dan hanya digunakan untuk pengembangan web.

4. Class

Java merupakan class-based Programming Language. Setiap baris dari kode di Java membutuhkan untuk masuk ke dalam Class, yang menjadikannya bahasa pemrograman berbasis class.

Sementara JavaScript merupakan Prototype-based Scripting Language. Merupakan Object Oriented Paradigm yang menurunkan seperti misalnya, behavior reuse dijalankan melalui proses kloning atai duplikasi dari object yang sudah ada sebagai prototype.

5. Typed Programming Language

Java merupakan Statically Typed Programming Language. Ini adalah proses di mana pengecekan pengetikan dilakukan selama masa kompilasi.

JavaScript merupakan Dinamic Typed Scripting Language. Ini adalah proses dimana pengecekan pengetikan dilakukan pada saat run-time.

6. Aplikasi

Bahasa Java dapat digunakan untuk membantu kita membuat aplikasi standalone yang dapat dijalankan pada lingkungan desktop seperti Windows, Mac, dan Linux. Dan juga dapat digunakan untuk membangun Applets yang dapat di-embed ke dalam HTML.

Semenatra JavaScript tidak dapat digunakan untuk membuat aplikasi standalone ataupun Applets. JavaScript ada di dalam dokumen HTML, dan menyediakan fitur interaktif untuk halaman web, yang tidak bisa dibuat dengan HTML dan CSS.

7. Ketergantungan

Java Applet dapat berjalan sendiri pada web browser, tanpa harus menggunakan HTML atau bahasa sripting lainnya untuk mendesain halaman web tertentu.

JavaScript tergantung pada kode HTML dan selalu ditempelkan ke dalamnya.

8. Eksekusi

Bahasa pemrograman Java merupakan bahasa yang harus di-compiled. Oleh karena itu, perlu diubah menjadi file kode mesin yang baru pada sistem operasi yang berbeda.

JavaScript tidak membutuhkan untuk di-compiled, semua kode berbasis teks. Dan JavaScript mendukun semua platform karena dieksekusi dari dalam web browser.

9. Modifikasi

Setelah Aplikasi Java atau Java Aplet selesai dikembangkan setelah di-compiled, mereka tidak dapat dimodifikasi. Jika ingin memodifikasinya, kamu harus mengedit source code-nya dan kemudian meng-compiled ulang untuk membuat file.

Sedangkan kode JavaScript dapat dimodifikasi sebanyak mungkin yang kita mau tanpa ada masalah dari kompilasi atau interpretasi. Kamu hanya perlu memodifikasinya dan langsung meng-update kode terbaru.

10. Kemudahan

Java membutuhkan pemahaman yang baik akan konsep OOP, yang mungkin terasa sulit untuk pemula. Sementara JavaScript lebih mudah dipahami oleh pemula, karena menggunakan syntax yang mudah.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Web Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...