PostgreSQL 10 Resmi Dirilis

PostgreSQL 10 Resmi Dirilis

PostgreSQL Global Development Group baru saja mengumumkan telah merilis PostgreSQL 10, versi terbaru dari salah satu platform database open source yang paling popular.

Update terbaru PostgreSQL 10 diklaim membawa peningkatan yang signifikan untuk menerapkan strategu divide and conquer, termasuk native logical replication, declarative table partitioning, dan peningkatan query parallelism.

1. Logical Replication

Logical Replication memperluas fitur replikasi PostgreSQL saat ini dengan kemampuan mengirim modifikasi pada level per-database dan per-table ke database PostgreSQL yang berbeda. Pengguna kini dapat menyempurnakan data yang direplikasi ke berbagai cluster database dan akan memiliki kemampuan untuk melakukan upgrade zero-downtime ke versi besar PostgreSQL berikutnya.

2. Declarative Table Partitioning

Table Partitioning telah ada selama bertahun-tahun di PostgreSQL, namun mengharuskan pengguna untuk mempertahankan seperangkat aturan dan pemicu agar partisi tidak berfungsi. PostgreSQL 10 memperkenalkan syntax Table Partitioning yang memungkinkan pengguna secara mudah untuk membuat dan memelihara daftar table yang dipartisi. Selain itu akan dirilis fitur yang menyediakan framework partisi yang kuat di dalam PostgreSQL.

3. Peningkatan Query Parallelism

PostgreSQL 10 menyediakan dukungan yang lebih baik untuk query paralel dengan memungkinkan lebih banyak bagian proses eksekusi query yang akan diparalelkan. Perbaikan mencakup jenis pemindaian data tambahan yang diparalelkan dan dioptimalkan saat data digabungkan, seperti pre-sorting. Penyempurnaan ini memungkinkan hasil dikembalikan dengan lebih cepat.

4. Quorum Commit for Synchronous Replication

PostgreSQL 10 memperkenalkan Quorum Commit for Synchronous Replication, yang memungkinkan fleksibilitas dalam bagaimana database utama menerima pengakuan bahwa perubahan sukses ditulis ke replika. Administrator sekarang dapat menentukan bahwa jika beberapa replika telah mengetahui bahwa perubahan pada database telah dilakukan, maka data dapat dianggap aman ditulis.

5. SCRAM-SHA-256 authentication

Salted Challenge Responsel Authentication Mechanism (SCRAM) yang didefinisikan dalam RFC5082 mendefinisikan satu protokol untuk memperbaiki penyimpanan dan transmisi password dengan menghadirkan framework untuk negosiasi password yang kuat. PostgreSQL 10 memperkenalkan metode otentikasi SCRAM-SHA-256, yang didefinisikan di dalam RFC7677, untuk memberikan keamanan yang lebih baik daripada metode otentikasi password berbasis MD5.

 

Jakartawebhosting.com menyediakan layanan Web Hosting, dengan kecepatan dan stabilitas pusat data dan server yang baik, up time server 99,9%, team support yang siap membantu 24 jam dan biaya langganan yang menarik.

You may also like...